Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 1.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 1.000.000.000

Fitur Lainnya
We found 0 results. Lihat Hasil
Pencarian Lengkap

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya
we found 0 results
Hasil pencarian

AGUNG PODOMORO GROUP

Posted by PROPERTINDO 123 on November 7, 2015
| 0

AGUNG PODOMORO GROUP

AGUNG PODOMORO GROUP

APL Tower I 43rd – 46th Floor | Podomoro City
Jl. Let. Jen. S. Parman Kav.28
Jakarta Barat 11470, Indonesia
Telp. (021) 290 – 34567 (hunting)
Fax (021) 290 – 34555

Pencapaian

Agung Podomoro Group (APG) didirikan pada tahun 1969 oleh (alm.) Bapak Anton Haliman. Proyek pertamanya adalah kompleks perumahan d kawasan Simprug, Jakarta Selatan yang selesai dibangun pada tahun 1973. Pada tahun yang sama, APG menjadi pelopor konsep real estat dengan memulai proyek di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Mewujudkan visi, APG membangun kompleks perumahan dengan fasilitas lengkap untuk para penghuninya, seperti sekolah, pusat rekreasi, tempat ibadah, rumah sakit, dan pasar. Kemudian, grup mulai melebarkan usahanya dengan menggandeng beberapa perusahaan. Kini bisnis properti grup terdiri dari kompleks perumahan, pergudangan, dan industri. Pada tahun 1986, kepemimpinan perusahaan diserahkan kepada Trihatma Kusuma Haliman, yang segera mengambil alih PT. Indofica Housing yang memiliki lahan di kawasan Sunter. Perusahaan ini kemudian sukses menambahkan pengembangan seluas 17 hektar sebagai bagian dari pengembangan sebelumnya seluas 500 hektar, menjadikan Sunter sebagai salah satu kawasan eksklusif di Jakarta Utara. Proyek ini juga menjadi salah satu pencapaian yang luar biasa untuk pengembangan real estat di Jakarta.

Pada periode krisis keuangan yang melanda Indonesia di tahun 1997, ketika banyak usaha mengalami kesulitan, Agung Podomoro berhasil melaluinya berkat strategi yang diambil oleh manajemen atas grup ini, seperti keputusan krusial untuk membayar sebagian besar hutang APG pada awal 1997, mengesampingkan devaluasi mata uang, dan memperkenalkan kebijakan uang ketat. Pengalaman dari Bapak Trihatma saat mengatasi kesulitan dalam krisis Pertamina di tahun 1974 memberikan kepercayaan diri dan sikap yang tepat dalam grup untuk menghadapi situasi ini.
APG kemudian memandang krisis 1997 sebagai tantangan dan kesempatan yang sangat baik. Dengan kecermatan melihat perubahan pasar, APG menemukan potensi besar di pasar. Salah satunya adalah kebutuhan untuk tempat tinggal di tengah kota. Langkah pertama yang dilakukan adalah membeli lahan dari BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) dan juga properti yang dimiliki pengembang-pengembang yang tekena dampak yang cukup berat dari krisis.
Sebenarnya, semenjak tahun 1995 APG telah menjalankan proyek-proyek yang dibangun dengan konsep yang mirip dan kesadaran akan keterbatasan lahan di kota. Pembangunan Menteng Executive Apartment memberikan pilihan bagi masyarakat untuk tinggal di kawasan kolektif yang berlokasi di daerah suburban kota dan menjadi sebuah terobosan dalam pengembangan real estat. Sukses dengan proyek di Menteng, pada tahun 2000 dan selanjutnya, APG mulai berfokus pada pembangunan apartemen. Hingga tahun 2012, Agung Podomoro Group telah menyelesaikan 16 apartemen, 15 kawasan hunian, dan 16 kawasan komersial mixed-use.

Sertifikat ISO 9001 untuk Menteng Executive Apartment dan Bukit Gading Mediterania di Kelapa Gading adalah sebuah pernyataan akan kapabilitas dan komitmen manajemen APG yang profesional terhadap para pemegang saham-nya.

Visi

Terus bertumbuh menjadi pengembang terpadu dalam bisnis property dan berkomitmen penuh untuk memberikan nilai yang optimal bagi pelanggan, rekan usaha, pemegang saham dan masyarakat.

Misi

1. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan dan area komersial yang berkualitas

2. Mengoptimalkan pengembalian investasi dari rekan usaha dan pemegang saham.

3. Menjadi perusahaan pengembang yang mampu memberikan nilai lebih bagi para karyawan.

4. Berperan aktif untuk mendukung program pemerintah dalam rangka mendorong pembangunan perkotaan dan dalam meningkatkan indeks pengembangan manusia.

Nilai

1. Harmoni
keharmonisan dalam bekerja dengan pelanggan, rekan usaha, pemegang saham dan masyarakat

2. Tangguh
gigih memberikan usaha yang optimal.

3. Mutu
menjaga mutu dalam setiap tahap pengembangan.

4. Ramah Lingkungan
memperhatikan aspek lingkungan hidup dalam usaha pengembangan.

Penghargaan

The Piagam Presiden
Satyalancana

Piagam Presiden
Satyalancana Wira Karya

Property Bank Cerificate
Top Chairman 2014

Property Bank Cerificate
Top Developer 2014

Property Bank Award
Top Chairman 2014

Warta-Ekonomi Award
Most Admired CEO

BCI ASIA 2014
Top Ten Developer 2014 Indonesia

MIPIM ASIA AWARDS
PLUIT CITY

TripAdvisor
Pullman JCP 2014

Aktifitas

Pengembangan Dalam Kota

Selama tiga tahun terakhir, pengembangan yang tidak seimbang membuat pergeseran penduduk di kota dan daerah suburban. Perencanaan sistem transportasi yang kurang memadai dan lambatnya pertumbuhan infrastruktur tidak mampu mengakomodasi pertambahan volume jalanan, baik di Jakarta dan sekitarnya. Pertumbuhan yang tidak seimbang ini membuat kembalinya masyarakat kelas menengah dari daerah suburban ke tengah kota karena mereka ingin memangkas waktu tempuh ke tempat kerja, mengurangi biaya transportasi dengan efisiensi bahan bakar, dan menghindari stres di jalanan. Keterbatasan lapangan pekerjaan di kawasan suburban turut mendorong kepindahan ini, khususnya ke kawasan di tengah kota.

Restrukturisasi rencana pengembangan kota akan menimbulkan sejumlah keuntungan yang bisa meningkatkan produktifitas dan efisiensi. Di kota-kota dunia, hunian mewah, seperti kondominium, apartemen, flat, dan hotel telah menjadi alternatif yang populer untuk menjaga agar masyarakat berada di kawasan yang dekat dengan daerah ekonomi dan bisnis, dengan demikian mengurangi kebutuhan untuk bepergian. Selain itu, hal ini akan meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, pengembangan hunian vertikal memenuhi kebutuhan para komuter akan penghematan biaya dan waktu untuk perjalanan. Dengan memilih untuk tinggal di tipe hunian seperti ini, seseorang dapat memberikan lebih banyak waktu dan tenaganya untuk bekerja dibanding untuk di jalan.

Saat konsep hunian vertikal semakin diterima oleh masyarakat Jakarta, super dan megablok menjadi pilihan, dengan menghubungkan kawasan hunian dengan kawasan bisnis, pusat belanja, hiburan, dan rekreasi, sesuai dengan gaya hidup masa kini yang serba praktis dari masyarakat kelas menengah dan atas.
Pertumbuhan kota yang tak terkendali juga membawa masalah yang rumit di bidang perumahan. Dengan “back to the city” semakin dikenal luas, fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan unit-unit apartemen menarik segmen lain dari masyarakat, yaitu masyarakat kelas menengah. Meningkatnya minat pasar berarti lebih banyak pembangunan unit apartemen yang harus diiringi sistem transportasi yang lebih baik dengan mobilitas lebih tinggi dan lebih terjangkau bagi masyarakat kelas menengah.
Menyadari kecenderungan gaya hidup masa kini dan sejalan dengan gerakan pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal di lahan yang kian terbatas, APG secara aktif mempromosikan program “back to the city” dengan terus mengembangkan proyek-proyek hunian vertikal di kawasan tengah kota Jakarta. Dengan menciptakan rasa nyaman, aman, dan melengkapi hunian dengan fasilitas lingkungan, APG menyediakan pilihan bagi masyarakat untuk kehidupan yang penuh dan efektif.

Project Highlights

– Podomoro City
– Vimala Hills
– Podomoro City Deli Medan
– Borneo Bay Residences
– Orchard