Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 1.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 1.000.000.000

Fitur Lainnya
We found 0 results. Lihat Hasil
Pencarian Lengkap

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya
we found 0 results
Hasil pencarian

TIP MEMBELI RUMAH DEVELOPER

Posted by PROPERTINDO 123 on February 4, 2017
| Info
| 0

Salah satu tujuan yang ingin diwujudkan setiap orang adalah bisa memiliki sendiri sebuah rumah tinggal idaman mereka. Ada yang ingin memiliki rumah dengan tipe rumah minimalis, ada juga yang ingin membeli rumah tipe modern, bangunan apartemen dan lain sebagainya. Beli rumah tentu saja membutuhkan uang yang tidak sedikit, terkadang menyiapkan uang mukanya pun butuh usaha. Sungguh sangat mengesalkan jika kita sampai terkena penipuan oknum tidak bertanggung jawab dari pihak pengembang properti (developer).

Sebenarnya banyak keuntungan jika kita beli rumah dari developer:

  1. Tidak peru repot mencari tanah, negosiasi tanah, tidak perlu bingung biaya membangun, konstruksi dan biaya pembangunan lainnya karena rumah sudah dibangun oleh developer.
  2. Biasanya perumahan sudah didesain sesuai dengan peraturan yang berlaku, misal zona yang boleh dibangun dan fasilitas pendukung.
  3. Bank juga bekerja sama dengan developer untuk mendanai dengan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
  4. Beberapa developer memberikan penawaran cicilan untuk uang muka dan diskon jika Anda membayar secara tunai.
  5. Transaksi hanya terjadi antara Anda, Developer, Notaris dan Bank

Kita sebagai pembeli harus pandai-pandai mencari tahu kredibelitas developer. Salah satunya adalah kita melihat proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya, bertanya pada teman, saudara atau kenalan serta bertanya pada pihak bank. Pihak bank biasanya memiliki rekanan developer yang sudah terpercaya. Salah satu cara untuk menghindari hal-hal buruk tersebut, adalah dengan memahami proses, peraturan, syarat dan ketentuan dalam membeli rumah dari developer.

Aspek Legal (Hukum) saat Beli Rumah

Apakah Anda pernah mengamati properti yang ditawarkan oleh developer, pada saat mereka sedang pameran di mall? Kebanyakan dari developer menawarkan gambar atau konsep bangunan. Jadi rumah yang ditawarkan belum dibangun, paling hanya rumah contoh (unit showcase). Jadi dapat disimpulkan developer jual indent atau pesanan awal. Jual indent bukanlah hal yang aneh, karena developer juga berusaha mengandalkan pembiayaan dari konsumen dan bank. Pembelian rumah secara indent memiliki beberapa pertimbangan hukum:

Perjanjian pembelian baru bersifat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). PPJB tidak memiliki kekuatan untuk serah terima kepemilkan. PPJB biasanya dilakukan antara developer dengan calon pembeli, setelah ada tanda jadi fee) dan/atau uang muka. AJB hanya akan dilakukan jika rumah sudah jadi dan developer sudah memecah HGB.

Bank pemberi KPR biasanya akan meminta developer untuk menyertakan buy back guarantee atas kredit (KPR) yang diberikan. Menurut kami wajar saja jika bank meminta jaminan kepada developer, karena sejatinya yang memiliki sertifikat tanah tersebut adalah pihak developer. PPJB tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak bisa dijadikan bukti kepemilikan tanah atau bangunan. Nantinya ketika PPJB sudah berganti menjadi AJB, maka perjanjian buy back guarantee dari developer akan gugur. Kewajiban akan beralih sepenuhnya kepada pembeli.

Sertifikat yang dimiliki oleh developer adalah Hak Guna Bangunan (HGB). Ketika rumah sudah jadi, developer bisa melanjutkan ke AJB (Akta Jual Beli) dan baru dapat dilakukan pemecahan sertifikat Induk, kepada pemilik masing-masing rumah. Pada proses ini Anda baru menjadi pemilik sah atas tanah dan bangunan tersebut.

Dapat disimpulkan, jika Anda masih menggunakan PPJB artinya:
  1. Status kepemilikan tanah dan bangunan masih dimiliki oleh developer.
  2. Anda sebagai pembeli belum memiliki hak atas tanah dan bangunannya.
  3. Anda juga tidak dapat melakukan take over kredit
  4. Anda secara legal belum dapat menjual rumah tersebut kepada orang lain.
  5. Jika rumah masih dalam status PPJB dan developer tidak memberikan buy back guarantee, Bank tidak akan menerima KPR.

10 Tips Aman Beli Rumah di Developer

1. Pertimbangkan Reputasi Developer

Jangan terburu-buru dalam memilih developer, sebab ini bisa saja menimbulkan sejumlah kerugian. Risiko yang Anda dalam pembelian ini tentu sangat besar, sekalipun itu dilakukan dengan cara kredit, di mana Anda akan melunasi rumah tersebut bahkan sebelum rumahnya dibangun oleh pihak developer. Pastikan memilih developer dengan reputasi yang baik, dan memiliki kinerja yang bertanggung jawab, sehingga berbagai urusan Anda terkait dengan pembelian ini bisa berjalan dengan lancar.
Salah satu cara mengukur reputasi adalah melihat kelengkapan ijin developer, antara lain; Ijin Peruntukan Ta