Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 1.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 1.000.000.000

Fitur Lainnya
We found 0 results. Lihat Hasil
Pencarian Lengkap

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya
we found 0 results
Hasil pencarian

PROFESI AGEN PROPERTI

Posted by PROPERTINDO 123 on October 4, 2016
| Info
| 0

PROFESI AGEN PROPERTI

Dalam dunia properti sendiri, broker bisa disebut dengan agen properti. Agen properti bertugas sebagai penghubung antara penjual dan pembeli. Bagi Anda yang sedang memikirkan ide bisnis atau pun sedang mencari usaha yang menguntungkan tanpa modal besar, mungkin menjadi seorang agen properti adalah salah satu jawabannya. Agen Properti adalah sebuah usaha memasarkan tanah atau bangunan (rumah, rumah KPR, ruko, apartemen, dll) milik orang lain. Biasanya mereka disebut dengan nama Agen, Makelar, atau pun Broker. Tugas mereka adalah menghubungkan pemilik properti dan pembeli. Tidak hanya dijual tetapi properti ini juga bisa disewa sesuai kehendak pemilik.

Menjadi Agen properti tidaklah sulit asalkan memiliki kemauan, jujur, keuletan, dan yang terutama pantang menyerah. Bila semua ini telah dimiliki baru masuk ke syarat berikutnya yaitu memiliki kendaraan sendiri, bisa berupa sepeda motor atau mobil. Semuanya itu adalah modal utama kita menjadi agen pemasaran properti, setelah itu kita tinggal menambah keahlian dalam bernegosiasi, marketing, belajar menjual maupun membeli properti, dan mempelajari bagaimana mereka merubah properti yang kurang baik menjadi properti bagus.

SEORANG AGEN PROPERTI WAJIB MEMAHAMI SELUK BELUK TRANSAKSI JUAL BELI PROPERTI, ANTARA LAIN:

• Bagaimana cara mendapatkan Penjual (Melisting)
• Bagaimana cara mendatangkan Pembeli (Promosi)
• Bagaimana cara berpromosi yang efektif
• Mengerti tentang jenis-jenis sertifikat tanah
• Mengerti tentang pajak-pajak yang timbul baik untuk Penjual maupun Pembeli
• Mengetahui biaya-biaya Notaris
• Menentukan harga jual yang saleable
• Mengerti akan teknik-teknik negosiasi
• Mengerti teknik berkomunikasi yang baik

KELEBIHAN PROFESI SEORANG AGEN PROPERTI

Profesi seorang Agen Properti merupakan profesi yang dapat diandalkan untuk meningkatkan taraf hidup yang jauh lebih baik dan cepat bila dibandingkan dengan seorang karyawan kantoran yang bergaji bulanan. Profesi seorang Agen Properti dihalalkan bermimpi untuk memiliki rumah baru, mobil baru, motor baru dsb karena mimpi tersebut dapat terlaksana dengan cepat tergantung usaha keras yang dilakukannya. Profesi seorang Agen Properti adalah profesi Entrepreneur (Wirausaha) yang penghasilannya bisa tak terbatas (Unlimited Income). Profesi seorang Agen Properti memiliki jam kerja yang fleksible sehingga dalam menjalankan profesinya lebih nyaman karena waktu kerja bisa diatur sesuai keinginan.

RUTINITAS PEKERJAAN SEORANG AGEN PROPERTI, STEP BY STEP

PERTAMA – MENDAPATKAN LISTING SEBANYAK BANYAKNYA

(Makin banyak listing makin cepat kemungkinan Closing)

Apa itu Listing ?

LISTING =

Objek Properti yang dipasarkan baik dijual maupun disewakan dan telah mendapat kewenangan memasarkan dari pemiliknya yang sah.

Objek Properti bisa berupa Rumah tinggal, Apartemen, Ruko, Tanah, Villa, Pabrik, Gudang dsb.

CARA MENDAPATKAN LISTING

Tahap Awal Mencari informasi keberadaan listing tersebut, dengan cara antara lain :

• Mendapatkan referensi dari Teman, Saudara, Kolega, dll
• Kanvasing atau Hunting ke lokasi dan banyak bertanya kepada Satpam, Penjual Rokok, Pembantu, Sopir, Penjaga Rumah, Fisbo (For Sale by Owner) Dll
• Hunting iklan Koran terutama Kompas atau Internet yang Pemiliknya memasang Iklan sendiri
• Memantau Iklan Koran terutama Kompas atau Internet yang Broker Kompetitor memasang iklan
• Farming (penyebaran flyer pribadi secara rutin)
• Pemasangan Sign Board dipohon-pohon pada lokasi tertentu
• Dsb

Setelah mendapat keberadaan listing maka tahap berikutnya adalah menelpon atau menemui pemilik (owner), lantas tanyakan tentang spesifikasi atas listing bersangkutan, seperti :

Spesifikasi yang dapat dilihat kasat mata di lokasi
(Khusus yang ini usahakan Jangan tanya ke Pemiliik tapi minta izinkan meninjau ke lokasi, dengan demikian pemilik merasa yakin bahwa agen tersebut serius untuk membantu memasarkan propertinya dan broker tersebutpun terkesan lebih proffesional)

Yaitu :
Jumlah Lantai, Jumlah Kamar Tidur, Kamar Mandi, Kamar Tidur dan Kamar Mandi Pembantu, Bahan Lantai, Jumlah Dapur, Garasi-Carport, Hadap Rumah, Swimming Pool, Jumlah AC, Telp Line, Daya PLN, Sumber Air Bersih Dll.

Spesifikasi yang tidak dapat dilihat secara kasat mata
(Wajib tanya ke Pemilik untuk keakuratan data)

Yaitu :
1. Luas Tanah dan Luas Bangunan
• Plus Brand Gang jika ada (khusus Kebayoran baru)
• Bentuk Tanah (kotak, ngantong, kecil ke belakang, ngipas, trapesium, kepastiannya bisa dilihat di sertifikat)
• Usia bangunan atau kapan dibangun

2. Jenis Sertifikat
• SHM (Sertifikat Hak Milik)
• HGB (Hak Guna Bangun) masa berlaku s/d Tahun ….. biasanya 20-25 tahun dan bisa diperpanjang atau ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik)
• Rumah Instansi yang belum disertifikatkan (Verfonding)

3. Harga Jual/Sewa

4. Besaran Komisi
Menurut peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 33/M-DAG/PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti menetapkan besaran komisi untuk broker properti minimal 2 persen dari nilai transaksi.
• Komisi 3% untuk harga jual lebih kecil atau sama dengan 1M.
• Komisi 2.5% untuk harga jual antara 1M sampai 3M
• Komisi 2% untuk harga jual lebih besar 3M
• Untuk komisi sewa dan kontrak: yakni 5%

Catatan:
*Dari komisi yang diterima, dibagi lagi antara kantor agen dan agen properti ybs., dimana penerimaan komisi untuk agen properti adalah minimal 50% dari total komisi yang diberikan
**Agen profesional tidak melakukan mark up harga dan tidak meminta komisi dari penjual, komisi hanya diminta ke penjual dengan prosentase proporsional

KELENGKAPAN LISTING

Usahakan kepada pemilik untuk meminta Foto Copy Sertifikat dan PBB tahun terakhir, tujuannya sbb :

FC Sertifikat :
Pembeli ingin melihat Bentuk Tanah (biasanya ada pengaruh Feng Shui) dan memastikan ukuran luas tanah dan jenis sertifikatnya.

FC PBB :
Untuk mengetahui nilai NJOP yang akan dipergunakan untuk menghitung Pajak Penjualan dan Pajak Pembelian.

#BUKTI FOTOCOPY SURAT-SURAT TERSEBUT SANGATLAH PENTING KARENA DOKUMEN TERSEBUT PASTI AKAN DITANYAKAN OLEH CALON PEMBELI SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN SEBELUM MEMUTUSKAN MEMBELI#

JENIS LISTING SECARA UMUM

• Exclusive (Tertinggi)
Terikat, hanya satu agen/broker yang ditunjuk untuk memasarkan listing tersebut dengan jangka waktu tertentu biasanya 3 bulan, dalam jenis exclusive pemilik dilarang ikut memasarkan, kalau terpaksa dilakukan maka komisi tetap wajib dikeluarkan penuh.

• Semi Exclusive (Menengah)
Mirip dengan exclusive Cuma bedanya pemilik boleh memasarkan juga. Disini bila lakunya oleh pemilik sendiri maka agen/broker tidak mendapatkan komisi apapun.

• Open (Terendah)
Tidak terikat hingga semua agen/broker boleh memasarkan listing tersebut. Disini siapapun yang berhasil menjual maka hanya agen/broker tersebutlah yang mendapatkan komisi dari pemilik.

KEDUA – MEMPROMOSIKAN LISTING DIDAPAT

Dengan cara antara lain, sbb :
• Usahakan untuk menyakinkan ke pemilik agar diizinkan memasang plang atau spanduk di lokasi listing (paling bagus dan biasanya cepat terjual karena iklan 24 jam)
• Menawarkan terlebih dahulu kepada database buyer potensial milik sendiri (bila sudah punya)
• Menawarkan kepada teman-teman sekantor mungkin saja diantara mereka memiliki database buyer yang sedang membutuhkan spesifikasi listing yang anda miliki.
• Pemasangan spanduk/plang dilokasi listing.
• Mengiklankan di harian Kompas dll
• Mengiklankan via internet di www.Propertindo123.com