Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 1.000.000.000

Fitur Lainnya

Rp. 1 s/d Rp. 1.000.000.000

Fitur Lainnya
We found 0 results. Lihat Hasil
Pencarian Lengkap

Rp. 1 s/d Rp. 100.000.000.000

Fitur Lainnya
we found 0 results
Hasil pencarian

Tingginya Tingkat Penyerapan Sektor Properti Perkantoran di Awal Tahun

Posted by PROPERTINDO 123 on April 12, 2019
| Info
| 0

(Dari kiri ke kanan) Cecilia Santoso – Head of Retail JLL, Vivin Harsanto – Head of Advisory JLL, James Allan – Country Head JLL, Angela Wibawa – Head of Markets JLL dan James Taylor – Head of Research JLL berfoto bersama setelah selesai memaparkan Jakarta Property Market Update, First Quarter 2019 yang diadakan hari ini, Kamis (12/04) 2019 di kantor Jones Lang LaSalle Indonesia (JLL), Indonesia Stock Exchange Building Tower 2, Lantai 19, SCBD, Jakarta

 

Jakarta, Propertindo123.com | Konsultan Properti Jones Lang LaSalle (JLL) hari ini merilis Jakarta Property Market Update First Quarter 2019 dengan beberapa kesimpulan berikut ini:

• Total penyerapan ruang sewa perkantoran diawal tahun 2019 tetap positif dengan 50% diantaranya dilakukan oleh perusahaan berbasis teknologi dan coworking space sedangkan harga sewa dan tingkat hunian masih berada dalam tekanan. Di sektor ritel, tingkat permintaan mengalami penurunan dikarenakan tutupnya gerai ritel belanja. Tingkat penjualan kondominium saat ini berada di angka 60% dengan pergerakan harga yang masih stagnan.

JLL - Co-working & Serviced Office | Propertindo123

• Penyerapan di triwulan pertama ini hampir menyentuh angka 98,000 m2 di kawasan CBD yang dipengaruhi oleh beroperasinya 3 gedung premium baru yaitu Sequis Tower, Millenium Centennial Center, dan Pakuwon Tower. Masih aktifnya sektor teknologi, e-commerce dan coworking dalam memperluas jangkauan mereka baik di kawasan CBD dan Non CBD juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan tingginya penyerapan di triwulan ini. Total penyerapan dari sektor coworking di kawasan CBD mencapai 40,000 m2 yang didominasi oleh operator lokal.

JLL - CBD Office | Propertindo123

JLL - Non-CBD Office | Propertindo123

• Pasar ritel pada triwulan pertama tahun ini masih stabil dengan tingkat hunian di 88% meskipun tingkat serapan mengalami penurunan yang disebabkan oleh penutupan gerai ritel belanja di salah satu pusat perbelanjaan. Penurunan ini diharapkan tidak akan berlangsung lama karena masih aktifnya peritel yang berasal dari sektor fashion dan F&B untuk membuka gerai mereka.

JLL - Retail | Propertindo123

• Meskipun aktifitas penjualan kondominium di awal tahun 2019 masih belum menunjukkan peningkatan, namun pengembang masih cukup aktif dalam mempersiapkan produk produk baru. Hal ini terlihat dari adanya dua kondomium baru kelas menengah keatas di Jakarta Selatan yang diluncurkan pada triwulan ini. Saat ini, tidak hanya pengembang swasta lokal maupun asing, namun pengembang BUMN mulai turut serta dalam memberikan warna dalam bisnis properti dengan melakukan pengembangan dan optimalisasi aset.

JLL - CBD Condominium | Propertindo123

JLL - Non - CBD Condominium | JLL - Co-working & Serviced Office | Propertindo123

• Sektor residensial dan pergudangan masih diminati oleh para investor yang melakukan bisnis properti di Indonesia. Investor asal Jepang, Singapura, dan Australia secara konsisten menunjukkan minat tersebut. Diharapkan realisasi investasi asing dan lokal dapat terus meningkat setelah pemilihan umum usai.

JLL - Industrial & Logistic | Propertindo123

 
“Beroperasinya MRT menggairahkan retail-retail yang beroperasi disekitar moda transportasi dimana toko-toko retail baru banyak dibuka distasiun MRT termasuk daerah yang dekat dengan jalur transportasi tersebut. Banyak peritel terutama fesyen dan fnb yang mencari lokasi-lokasi tersebut diatas dan sudah ada kenaikan harga ruang sewa 20% dibandingkan kuartal sebelumnya,” ujar Cecilia Santoso, Head of Retail JLL.

Dengan adanya MRT tentunya akan muncul kawasan terintegrasi dengan moda transportasi masal atau transit oriented development (TOD). TOD adalah skema pembangunan suatu kawasan yang terkoneksi dengan berbagai fasilitas publik atau transportasi masal, seperti MRT, LRT, busway, dan sebagainya.

Menurut Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL, sejak beberapa tahun lalu, milenial sudah mulai mengubah gaya hidupnya, dalam hal memilih tempat tinggal dari landed ke vertical (apartemen) demikian pula dalam hal tranportasi, lebih memilih hunian yang terintegrasi dengan public transportation dibandingkan dengan private tranportation. “kalau kita lihat buyers, di apartemen-apartemen yang terletak di TOD itu cenderung milenial umur 35 tahunan atau yang sudah mapan/couples,” ujar Vivin. (nk)

Baca pula: Kumpulan Berita & Info Terkini


Share and like this: